Langsung ke konten utama

PENGARUH SOSIAL MEDIA TERHADAP KEHIDUPAN GENERASI MILENIAL

 


Teknologi informasi membawa perubahan dalam perkembangan masyarakat. Tidak dapat dipungkiri hadirnya internet semakin dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kegiatan sosial, pendidikan, bisnis, dsb. Perkembangan penggunaan internet sebagai sarana komunikasi menjadi semakin pesat setelah internet dapat diakses melalui telepon seluler bahkan smartphone. Setiap smartphone sekarang hadir dengan fitur komunikasi seperti chat, email, sms, browsing, dan jaringan sosial. Di Indonesia sendiri pengguna media sosial tidak hanya terdiri dari satu atau dua kalangan, namun hampir semua kalangan memiliki serta menggunakan media sosial sebagai salah satu sarana informasi.  

Media sosial menurut Kottler dan Keller adalah media yang digunakan oleh konsumen untuk berbagi teks, gambar, suara, video dan informasi dengan orang lain. Sedangkan Van Dijk dalam Nasrullah (2015) menyatakan bahwa media sosial adalah platform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktifitas maupun berkolaborasi. Sosial media diawali dari tiga hal, yaitu Sharing, Collaborating dan Connecting (Puntoadi, 2011). Pada laman Hootsuite (We Are Social) diperlihatkan bahwa pengguna media sosial aktif di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 170 juta yang mana itu merupakan 61,8% dari jumlah populasi di Indonesia.

Rentang usia 18-34 tahun merupakan generasi milenial yang tidak bisa berlama-lama tanpa menggunakan media sosial, karena generasi milenial merupakan penduduk terbesar dengan usia produktif, dimana salah satu ciri utama generasi milenial ditandai oleh peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi, media, dan teknologi digital.

Pertumbuhan media sosial menunjukkan pentingnya pengaruh, terutama dalam hal lingkungan masyarakat. Saat ini, tidak ada aktivitas sosial yang tidak terpengaruh oleh media sosial, sehingga menyebabkan munculnya kehadiran media sosial yang luas di kota dan pedesaan. Penggunaan media sosial saat ini telah menjadi candu bagi banyak orang. Terlebih lagi dikalangan orang yang mengalami FoMo (Fear of Missing out), ketika mereka menyadari bahwa mereka tidak mengikuti hal yang sedang ngetrend, mereka akan seketika merasa cemas dan takut tertinggal.

Ketergantungan terhadap media sosial ini jika berkelanjutan akan menghilangkan fungsi media sosial yang sesungguhnya. Awalnya, generasi milenial menggunakan perangkat seluler untuk mencari informasi yang mereka butuhkan, tetapi seiring dengan munculnya media sosial dan smartphone, mereka mulai menggunakannya untuk berpartisipasi dalam kehidupan dan kegiatan orang lain, di mana mereka diminta untuk memahami setiap tindakan yang diambil. Tidak jarang juga, para pengguna menggambarkan postingan media sosial seseorang sebagai tolak ukur yang ideal.

Dampak perilaku yang hanya memanfaatkan jaringan internet  untuk media sosial memiliki kecenderungan melakukan penyimpangan seperti CyberBullying. Bentuk dari CyberBullying biasanya berupa perundungan yang dilakukan oknum menggunakan media internet berbasis pada platform jejaring sosial.

Tetapi disamping hal tersebut, ketika seseorang menggunakan media sosial dengan bijak dan inovatif, itu akan membawa manfaat bagi mereka. Daya tarik media sosial dan internet yang kemudian memainkan peran penting dalam membangun kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dengan pengguna medsos lainnya.

Seperti dalam dunia bisnis, media sosial telah berkembang menjadi jenis interaksi dan sosialisasi yang juga mendorong orang lain untuk membaca dan mengakses artikel dengan informasi produk yang mendalam dan konten lainnya. Ini adalah apa yang akhirnya memotivasi pemilik bisnis di generasi milenial untuk mengubah media sosial menjadi sarana untuk promosi merek dengan menempatkan di situs web atau blog yang dapat mengungkapkan profil perusahaan sepenuhnya.

Menurut Supradono dan Hanum (2011), fungsi utama media sosial di bidang pemasaran adalah menyediakan ruang komunikasi dua arah antara konsumen dan bisnis. Dalam bentuk komunikasi dua arah ini, konsumen didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan, bertukar ide, dan terlibat dalam percakapan; sebelumnya, mereka hanya subjek pemasaran.

Fenomena kehadiran media sosial sebagai akibat dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi umumnya memang luar biasa. Media sosial telah mengembangkan cara untuk berkomunikasi dengan masyarakat umum melalui berbagai platform yang tersedia.

Revolusi media sosial yang dijelaskan di atas, sebenarnya membawa dampak perubahan cara berkomunikasi dari konvensional menjadi modern dan serba digital, tetapi juga menghasilkan komunikasi yang lebih lama dan lebih efektif.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

https://jurnal.balitbangda.lampungprov.go.id/index.php/jip/article/view/214/153  diakses pada tanggal 2 Maret 2023 pukul 20.32

 

https://andi.link/hootsuite-we-are-social-indonesian-digital-report-2021/ diakses pada tanggal 2 Maret 2023 pukul 20.32

 

https://andi.link/hootsuite-we-are-social-indonesian-digital-report-2021/ diakses pada tanggal 2 Maret 2023 pukul 20.32

 

https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/khatulistiwa/issue/archive/index.php/cakrawala/article/download/1283/1055 diakses pada tanggal 10 Maret 2023 pukul 20.34

 

 

 

 

Komentar